Sabtu, 13 Desember 2014

Komunikasi Bisnis


1.A. Komunikasi adalah "suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain". Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu.

B. Bisnis adalah usaha menjual barang atau jasa yang dilakukan oleh perorangan, sekelompok orang atau organisasi kepada konsumen (masyarakat) dengan tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan/laba (profit). Pada dasarnya, kita melakukan bisnis adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan (profit).

Sebenarnya tidak hanya itu, masih ada beberapa fungsi dari bisnis yaitu :
  • Mengubah bentuknya (form utility), yang tidak lain dari fungsi produksi
  • Memindahkan tempat produk itu (place utility), atau fungsi distribusi
  • Mengubah kepemilikan (possesive utility), yaitu fungsi penjualan
Menunda waktu kegunaan (Time utility), atau fungsi pemasaran

C. Komunikasi bisnis adalah pertukaran gagasan, pendapat, informasi, instruksi yang memiliki tujuan tertentu yang disajikan secara personal atau impersonal melalui simbol-simbol atau sinyal
  Komunikasi bisnis melibatkan pertukaran informasi yang terus-menerus. Lebih banyak bisnis diperluas, lebih besar tekanannya pada bisnis tersebut untuk menemukan cara komunikasi yang lebih efektif – bersama para pekerja dan dengan dunia di luar. Dengan demikian, bisnis dan komunikasi berjalan bergandengan tangan.

Dalam komunikasi bisnis terdapat enam unsur pokok, yaitu:
  • Memiliki tujuan, artinya komunikasi bisnis harus memiliki tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya sejalan dengan tujuan organisasi.
  • Pertukaran, dalam hal ini melibatkan paling tidak dua orang atau lbih yakni komunikator dan komunikasi
  • Gagasan, opini, informasi, instruksi merupakan isi dari pesan yang bentuknya beragam tergantung tujuan, situasi, dan kondisinya.
  • Menggunakan saluran personal atau impersonal yang mungkin bersifat tatap muka, menggunakan media tertentu atau melalui media yang menjangkau jutaan orang secara bersamaan.
  • Menggunakan simbol atau sinyal yang merupakan alat atau metode yang dapat dimengerti atau dipahami oleh penerima untuk menyampaikan pesan.
 Pencapaian tujuan organisasi: salah satu karakteristik yang membedakan organisasi atau lembaga formal dari informasi adalah adanya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh manajemen.

2. a, Komunikasi verbal ( verbal communication ) adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral). Komunikasi verbal menempati porsi besar. Karena kenyataannya, ide-ide, pemikiran atau keputusan, lebih mudah disampaikan secara verbal ketimbang non verbal. Dengan harapan, komunikan (baik pendengar maun pembaca ) bisa lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan.
contoh : komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan dengan menggunakan media, contoh seseorang yang bercakap-cakap melalui telepon. Sedangkan komunikasi verbal melalui tulisan dilakukan dengan secara tidak langsung antara komunikator dengan komunikan. Proses penyampaian informasi dilakukan dengan menggunakan berupa media surat, lukisan, gambar, grafik dan lain-lain.

 Komunikasi non verbal ( non verbal communicarion) menempati porsi penting. Banyak komunikasi verbal tidak efektif hanya karena komunikatornya tidak menggunakan komunikasi non verbal dengan baik dalam waktu bersamaan. Melalui komunikasi non verbal, orang bisa mengambil suatu kesimpulan mengenai suatu kesimpulan tentang berbagai macam persaan orang, baik rasa senang, benci, cinta, kangen dan berbagai macam perasaan lainnya. Kaitannya dengan dunia bisnis, komunikasi non verbal bisa membantu komunikator untuk lebih memperkuat pesan yang disampaikan sekaligus memahami reaksi komunikan saat menerima pesan.
Bentuk komunikasi non verbal sendiri di antaranya adalah, bahasa isyarat, ekspresi wajah, sandi, symbol-simbol, pakaian sergam, warna dan intonasi suara.
contoh :
a. Sentuhan
 Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain.
b. Gerakan tubuh
 Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan,
c. Vokalik
 Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain.

d. Kronemik
 Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).


B. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN DALAM KOMUNIKASI VERBAL DAN KOMUNIKASI  NON VERBAL
 a. KOMUNIKASI VERBAL
  Komunikasi verbal adalah komuikasi dengan menggunakan simbol – simbol verbal/  bahasa.
Kelebihan  Jarang terjadi kesalapahaman.
>Komunikasi lebih mudah jika berkomunikasi dengan seseorang dari budaya sendiri.
>Komunikasi verbal merupakan komunikasi yang bersifat formal.
>Komunikasi verbal dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah,
contoh:
  Diskusi dan rapat.Kelemahan Sering mengalami gangguan, seperti:  suara yang gaduh sehingga komunikasi yang dihasilkan menjadi kurang sempurna. Keterbatasan kosa kata, sehingga pesan yang seharusnya dapat disampaikan dengan  baik menjadi kurang tepat. Sulit dimengerti apabila antara komunikator dan komunikan berlainan bahasa dan  budaya, dan mereka tidak memahami bahasa laen komunikasinya.

b. KOMUNIKASI NON VERBAL
 Komunikasi non verbal adalah proses komunikasi  dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata "
 Contoh: komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat,  bahasa tubuh,ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti  pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol!simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.
Kelebihan ;
>Komunikasi mudah di pahami tanpa harus menjelaskan lebih lanjut.
>melengkapi/mempertegas komunikasi verbal
>.melalui perilaku non verbal seseorang kita dapat mengetahui suasana emosional orang tersebut.
>perilaku non verbal dapat menggantikan perilaku verbal.
>perilaku non verbal lebih jujur dari pada perilaku verbal,
contoh: Seorang dosen melihat jam tangannya beberapa kali,padahal dia mengatakan bahwa dia mempunyau  banyak waktu untuk berbicara dengan mahasiswanya
Kelemahan ;
>Kadang terjadi kesalapahaman dalam memahami makna dari komunikasi non verbal.
>Kurang sopan bila di gunakan dalam komunikasi formal.
>tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah.
>Komunikasi non verbal hanya bisa dipakai di lingkungan dan budaya sendiri saja.



3. a, Arti Komunikasi Modern
  Yang dimaksud dengan komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa modern, dan media massa ini adalah surat kabar, film, radio dan televisi.  Jadi yang diartikan dengan komunikasi massa ialah penyebaran dengan menggunakan media yang ditujukan kepada “massa yang abstrak”, yakni sejumlah orang yang tidak tampak oleh penyampai pesan.
Dengan demikian, maka jelas bahwa sifat komunikasi massa atau komunikasi melalui media massa sifatnya “satu arah” (one way traffic). Begitu pesan disampaikan oleh komunikator, tidak diketahui apakah pesan itu diterima,dimengerti atau dilakukan oleh komunikan.
   Situasi komunikasi seperti itu sangat berbeda dengan situasi komunikasi tatap muka, baik komunikasi antarpesona (interpesonal communication) maupun komunikasi kelompok (group communication), sifatnya dialogis, komunikasi berjalan dua arah (two way traffic).
   Dalam komunikasi melalui media massa, umpan balik disini terjadi secara tidak langsung atau tertunda (delayed feedback), bahkan tidak terjadi feedback.  Dalam komunikasi tatap muka, si komunikator akan tahu apakah komunikasinya berhasil atau gagal. Jika berhasil, ia akan mempertahankan tehnik komunikasinya; sebaliknya jika gagal akan segera mengubah tehnik dan taktik komunikasinya. Dalam komunikasi massa, si komunikator tidak tahu sama sekali apakah komunikasinya berhasila atau gagal. Dari sekian banyak khalayak, hanya satu-dua orang saja yang menyampaikan reaksinya melalui surat atau telepon. Jadi umpan baliknya itu bukan pada saat ia berkomunikasi,melainkan sesudahnya, bahkan jauh sesudahnya sehingga ia tidak sempat lagi memperbaiki gaya, teknik dan taktik komunikasinya.

 Ciri Komunikasi Massa
 Untuk suksesnya komunikasi massa, kita perlu mengetahui sedikit-banyak cir-ciri komunikasi itu yang meliputi sifat-sifat unsur yang dicakupnya. Mulai dari sasarannya sendiri, yakni komunikan.
a.      Sifat komunikan
Komunikasi massa ditujukan kepada khalayak yang jumlahnya relatif besar, heteroge dan anonim.
Mengenai perkataan jumlah besar bisa mengundang berbagai pendapat, sampai dimana besarnya komunikan yang menjadi sasaran komunikasi massa ?
b.      Sifat media massa
Sifat media massa ialah serempak cepat. Yang dimaksud dengan keserempakan (simultaneity) disini adalah keserempakan kontak antara komunikator dengan komunikan yang demikian besar jumlahnya.Pada saat yang sama media massa dapat membuat khalayak secara serempak menaruh perhatian kepada pesan yang disampaikan seorang komunikator.


c.       Sifat pesan
Sifat pesan melalui media massa ialah umum (public). Media massa adalah sarana untuk menyampaikan pesan kepada khalayak, bukan untuk sekelompok orang tertentu.
Karena pesan komunikasi melalui media massa sifatnya umum, maka lingkungannya menjadi universal, mengenai segala hal dan dari berbagai tempat diseluruh jagat. Pesan-pesan tersebut bisa mengenai politik, ekonomi, kebudayaan, militer, kemasyarakatan dan sebagaina yang terjadi dinegara lain didunia.
Sifat lain dari pesan melalui media massa adalah sejenak (transient), hanya untuk sajian seketika.
d.      Sifat komunikator
Karena media massa adalah lembaga atau organisasi,maka komunikator pada komunikasi massa, seperti wartawan, sutradara, penyiar radia atau penyiar televisi, adalah komunikator yang terlembagakan (institutionalized communicator).
Media massa merupakan organisasi yang rumit. Pesan-pesan yang sampai kepada khalayak adalah hasil kerja kolektif. Karena itu,berhasil tidaknya komunikasi massa ditentukan oleh berbagai faktor yang terdapat di dalam organisasi media massa.

  Fungsi Komunikasi massa
a.Menyiarkan informasi (to inform)
b. Mendidik (to educate)
c.  Menghibur (to entertain)

Rangkuman:
1. Komunikasi massa adalah komunikasi dengan menggunakan media massa modern, yakni pers, film, radio dan televisi
2.Ciri komunikasi massa ditentukan oleh sifat unsur-unsur yang dicakupnya yakni sifat komunikan, sifat media, sifat pesan, sifat komunikator dan sifat efek
3. Fungsi komunikasi massa ialah : menyebarkan informasi, mendidik dan menghibur. Ketiga fungsi tersebut juga mempengaruhi,membimbing, mengkritik dan sebagainya.

B.  Media promosi adalah
  Sarana mengomunikasikan suatu produk atau jasa atau brand atau perusahaan dan lainnya agar dapat dikenal masyarakat lebih luas.

Media promosi yang paling tua adalah dari mulut ke mulut, dilanjutkan dengan media promosi konvensional berupa:  brosur, poster, katalog, pamflet, booklet, spanduk, billboard, banner, flyer, reklame, kartu nama, iklan TV, radio, media cetak (koran/ majalah) dan sebagainya.
Media promosi tersebut berkembang dengan maraknya promosi ranah digital seperti promosi melalui jejaring sosial di Facebook dan Twitter. Namun, tidak satu pun media yang benar-benar dikategorikan mutlak dari segi ketepatan dan efektivitas. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
Maka, dalam memanfaatkan media promosi secara maksimal, dibutuhkan kemampuan menciptakan kreasi baru dan unik agar pesan-pesan dapat melekat pada konsumen, sehingga tujuan menjangkau lebih banyak konsumen dan memaksimalkan profit perusahaan dapat tercapai.
Tanpa disadari, semakin berkembangnya media promosi, ada cara lain yang lebih unik, berbeda, dan mungkin belum diketahui banyak orang, seperti: Sensory Branding, Ambient Art, dan Flash Mob.


C.  Asumsi teori ini adalah :
 Pesan-pesan yang disampaikan media massa ditangkap individu sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan personal individu. Efek komunikasi pada individu akan beragam walaupun individu menerima pesan yang sama. Terdapat faktor psikologis dalam menerima pesan yang disampaikan media massa. Masing-masing individu mempunyai perhatian, minat, keinginan yang berbeda yang dipengaruhi faktor-faktor psikologis yang ada pada diri individu tersebut sehingga mempengaruhi dalam menerima pesan yang disampaikan media massa.
Teori Penggolongan Sosial (Social Category Theory)
Asumsi teori ini adalah :
  Individu yang masuk dalam kategori sosial tertentu atau sama akan cenderung memiliki prilaku atau sikap yang kurang lebih sama terhadap rangsangan-rangsangan tertentu. Pesan-pesan yang disampaikan media massa cenderung ditanggapi sama oleh individu yang termasuk dalam kelompok sosial tertentu.


4.  A. Public Speaking
   merupakan sebuah rumpun keluarga Ilmu Komunikasi (Retorika) yang mencakup berdiskusi, berdebat, pidato, memimpin rapat, moderator, MC dan presenter serta kemampuan seseorang untuk dapat berbicara di depan publik, kelompok maupun perseorangan yang perlu menggunakan strategi dan teknik berbicara yang tepat.

Pengertian Public Speaking:
 Menurut Webster’s Third New International Dictionary, tercantum pengertian
Public Speaking adalah:
a. The act of process of making speeches in public (proses memberikan pidato di depan publik)
b. The art of science of effective oral communication with an audience (seni dari ilmu berkomunikasi lisan yang efektif bersama para pendengarnya).


B
.  Komunikasi bisa dibilang berhasil apabila informasi yang kita sampaikan dapat diterima dengan baik oleh lawan bicara kita. Apalagi saat kita berbicara di depan umum/publik. Dengan jangkauan audience yang lebih luas, Anda perlu mempersiapkan diri di sini. Sebab seiring dengan kesuksesan, anda akan butuh berbicara di depan publik.



Berikut tips tepat guna bagi anda yang ingin memperdalam kemampuan public speaking:

1. Jadilah spontan
Jangan menghapal isi pembicaraan anda. Dengan menghapal, maka gaya bicara kita akan terlihat kaku dan kedekatan personal tidak akan terjalin. Apalagi jika kita melupakan suatu kata dalam speech. Niscaya kita akan kelabakan, panik, dan bicara kita jadi kacau.
2. Tulis materi yang ingin disampaikan dalam bentuk poin-poin
Menulis poin-poin yang penting-penting saja, kemudian menjelaskannya secara alami, itulah kunci untuk menciptakan komunikasi yang baik. Dengan demikian, anda tidak melewatkan satu pun ilmu yang ingin disampaikan.
3. Interaksi dengan audience
Penting untuk mendapatkan feedback dari audience supaya komunikasi kita jadi lebih hidup. Makanya, jangan lupa untuk berinteraksi. Dari feedback audience, kita bisa mengukur level humor yang bisa diterima audience.
4. Sisipkan humor
Menurut Anthony Robbins, salah satu motivator dunia, humor adalah pelumas yang dapat membantu penyampaian informasi menjadi lebih lembut.
5. Penguasaan materi melahirkan improvisasi
Sebelum melakukan speech, penting untuk menguasai materi supaya kita bisa melakukan improvisasi. Terutama apabila durasi anda masih panjang, sementara materi anda sudah habis.
6. Time management
Atur waktu yang diberikan pada anda dengan baik. Dengan time management yang sudah diperkirakan sebelumnya, anda bisa lebih mudah menyusun materi dan menepati deadline.
7. Gunakan kekuatan cerita
Jangan meremehkan kekuatan cerita. Pengalaman asli merupakan media yang paling ampuh untuk meyakinkan audience. Apalagi jika disampaikan dengan gaya yang meyakinkan. Mereka akan larut dengan cerita anda.
8. Bangun kredibilitas
Percayalah bahwa kredibilitas pembicara mampu mempengaruhi tingkat kepercayaan pendengar. Ada banyak cara untuk membangun kredibilitas, misalnya dengan gaya yang lugas. Namun cara paling mudah adalah menyiapkan fakta berupa data dan statistik untuk mendukung statement yang kita sampaikan.
9. Mix pesan yang akan disampaikan
Mix materi, humor, cerita dan statistik di atas dalam sebuah informasi yang menarik untuk didengarkan. Di sini, anda bisa membujuk sekaligus menghibur.
10. Berbicara dengan jelas
Seorang pembicara harus terlatih untuk berbicara dengan jelas. Supaya setiap informasi dapat diterima dengan baik. Maka bersyukurlah jika negara kita menggunakan Bahasa Indonesia, di mana penulisan adalah sama dengan pengucapan.
11. Gunakan intonasi yang berbeda
Apabila kita hanya menggunakan 1 intonasi saja selama speech, maka speech kita akan terdengar datar dan boring. Beri ledakan-ledakan bila perlu.
12. Kontak mata
Kontak mata sangat penting dalam membangun suatu komunikasi. Mereka akan merasa spesial. Perhatian mereka tidak sekedar bertepuk sebelah tangan.
13. Gunakan bahasa tubuh
Seringkali seorang speaker tangannya mati ketika di depan publik. Padahal bahasa tubuh mampu memberi penegasan-penegasan pada informasi yang ingin ditekankan. Maka seringlah mengangkat tangan anda tinggi-tinggi di depan cermin untuk menemukan pose yang khas anda banget.
14. Jangan ragu untuk “pause” dan ambil nafas
15. Hindari kata “emm” atau “ehh”
Daripada emm dan ehh, akan lebih baik bila anda menutup mulut dan kemudian mengambil nafas. Setelah itu baru memikirkan apa yang ingin disampaikan selanjutnya.
16. Be Interesting
Posisikan diri anda sejajar. Jangan minder. Anda akan tampak lebih interesting untuk dilihat.
17. Tunjukkan rasa percaya diri Anda
Seperti halnya singa, manusia punya cara untuk menyatakan rasa percaya dirinya. Tersenyum, pegang dagu dan membusungkan dada adalah beberapa sikap yang menunjukkan sikap percaya diri anda.
18. Buang tekanan yang anda rasakan
Rasa gugup mungkin akan menyelimuti perasaan anda saat akan mulai berbicara. Hal tersebut normal. Pembicara yang berpengalaman pun terkadap masih dihinggapi rasa gugup. Cara paling mudah menghadapi rasa gugup tersebut adalah merubah mindset anda. Berpikirlah bahwa anda di sini membawa informasi yang berharga bagi audience anda.
19. Persiapan
Siapkan segala hal yang mendukung speech anda. Mulai dari poin-poin yang paling kecil sekalipun seperti sapu tangan di saku dan air mineral.
20. Jam terbang
Langkah paling akhir untuk menjadi pembicara yang baik adalah terus berlatih. berbicaralah sesering mungkin. Ambil setiap kesempatan yang ada. Sebab seiring intensitas trial & error, anda baru bisa menemukan rumusan yang pas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar