Minggu, 29 Desember 2013

TEORI STRATEGI PERTUMBUHAN EKONOMI



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang


Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, menjaga kelestarian sumber daya alam, meningkatkan ketahanaan energi dan kualitas lingkungan, dan untuk pelaksanaan komite dalam rangka menuju masyarakat Ekonomi        ASEAN.
     Selain itu juga ada kebijakan luar negeri  yang di rancang untuk membantu melindungi kepentingan nasional, keamanan nasional, tujuan ideologi, ekonomi suatu negara. Namun semua tujuan itu tidak akan terwujud secara maksimal jika tidak didasari dengan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan . Oleh karena itu kami akan membahas tentang strategi pembangunan yang menjadi salah satu kunci pokok lancarnya pembangunan ekonomi di suatu negara yang berkembang.
1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang  diatas kami dapat merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa pengertian strategi dan strategi pembangunan ekonomi ?
 2. Apa saja macam-macam strategi dalam pembangunan ekonomi ?
 3. Bagaimana cara mengukur keberhasilan pembangunan ?

1.3  Tujuan     
1. Menjelaskan arti dari strategi dan strategi pembangunan.
2. Mendeskripsikan macam-macam strategi baru dalam pembangunan ekonomi.
3. Mendeskripsikan bagaimana cara mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian strategi dan strategi pembangunan
Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
Strategi pembangunan adalah  suatu tindakan pemilihan atas faktor-faktor yang mempengaruhi yang di jadikan faktor utama (penentu) pada jalanya proses pertumbuhan.
 Pada dasarnya faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan strategi pembangunan ekonomi adalah hendak yang akan dicapai. Apabila yang ingin dicapai adalah tingkat pertumbuhan yang tinggi, maka faktor yang mempengaruhi digunakannya strategi tersebut adalah tingkat pertumbuhan ekonomi yang rendah, komulasi kapital rendah, dan struktur ekonomi yang berat ke sektor tradisional yang juga kurang berkembang.
Kunci dari pembangunan adalah kemakmuran bersama. Pemerataan hasil pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan tujuan pembangunan yang tinggi dicapai. Tingkat pertumbuhan yang tinggi tanpa disertai  pemerataan pembangunan hanyalah menciptakan perekonomian yang lemah dan eksploitasi sumber daya manusia. Hipotensi kusnets (1963) yang  menyatakan bahwa sejalan dengan waktu ketidak merataan (inequality) akan meningkat akan tetapi kemudian akan menurun karena adanya penetesan ke bawah. Sehingga kesenjangan antara kaya dan miskin semakin besar.
  Faktor yang mempengaruhi diberlakukanya strategi pembangunan yang berorentasi pada penghapusan kemiskinan-kemiskinan pada dasarnya  dilandasi keinginan, berdasarkan atas norma tertentu, bahwa kemiskinan harus secepat mungkin dibatasi. Sementara itu strategi-strategi pembangunan yang lain ternyata sangat sulit mempengaruhi atau memberikan manfaat secara langsung kepada golongan miskin itu.
A.     Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pembangunan
Faktor- faktor yang mempengaruhi strategi pembangunan antara lain :
Ø Kependudukan dan sosial budaya
Ø Wilayah dan lingkungan
Ø Sumber daya alam serta persebarannya
Ø Kualitas sumber daya manusia terhadap penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi
Ø Manajemen sosial
Ø Kemungkinan penegembangan
2.2 Macam-macam strategi dalam pembangunan ekonomi
A. Paradigma Tradisional
Pembangunan ekonomi pada tahun 1960an mengalami pergeseran makna dari pandangan tradisional berubah kepandangan baru atau paradgma baru. Konsep pembangunan yang pada awalnya adalah indentik dengan pertumbuhan atau development with growth berubah menjadi pembanguna tidak lagi indentik dengan pertumbuhan tetapi pembangunan harus diikuti dengan perubahan atau development with change.
Konsep pembangunan yang indentik dengan pertumbuhan ini merupakan kajian dari ATHUR LEWIS. Di dalam bukunya yang berjudul  the theory of economic growth.  Lewis Menyebutkan bahwa tujuan utama pembangunan ekonomi adalah pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi di negara manapun. Kata kunci untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi adalah pembentuk modal . melalui pembentukan  modal maka terciptalah industri-industri yang memberikan nilai tambah tinggi bagi pertumbuhan           ekonomi.
Bagi negara sedang berkembang yang sebagian besar merupakan negara miskin., amatlah sulit untuk melakukan pembentukan modal, oleh karena itu mengundang investor asing melalui penanaman modal asing (PMA) dan utang luar negeri tidak dapat di hindarkan. Konsep pembangunan yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi didasarkan pada pengalaman pembangunan di negara-negara Eropa disebut dengan Eropa sentris atau Eurocentrism (Hettne, dalam mudrajat kuncoro,2006).
Model pembangunan dengan strategi mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi melalui pengembangan indusri memunculkan berbagai permasalah yang umum adalah rusaknya lingkungan, yang ditandai hutan. Kondisi ini sebagai akibat dari pembangunan industri yang tidak tertata dengan baik. Perusakan dan pencemaran lingkungan seringkali tidak diperhitungkan oleh negara,akibatnya biaya sosial yang harus di tanggung masyarakat terlalu tinggi dan pada akhirnya masyarakat         miskinlah yang menjadi           korban.
       Masyarakat miskin dengan segala keterbatasanya, membuat mereka semakin sulit untuk memperbaiki kualitas hidupnya. Ketidakmampuan secara ekonomi membuat masyarakat miskin tidak ada pilihan lain untuk sekedar bertempat tinggal yang layak atau berobat ke dokter karena masalah kesehatan. Belum lagi perubah kawasan pertanian menjadi kawasan industri mendorong masyarakat untuk beralih profesi dari petani atau buruh tani menjadi buruh pabrik atau sebaliknya malah tidak bekerja sama sekali sehingga menimbulkan masalah pengangguran. Model pembangunan industri yang lebih banyak bersifat capital intensive dari pada labauor intensive semakin memperparah kondisi pengangguran yang semakin bertambah.
       Oleh karena itu maka pembangunan menjadi dipertanyakan, sebenarnya pembangunan itu ditujukan untuk siapa ??
       kegagalan pembangunan di berbagai negarasedang berkembang menunjukan salah satu bukti kegagalan strategi pembangunan yang selama ini diyakini kebenaranya. Hasil Pembangunan tidak seperti yang di harapkan semakin memperkuat ada yang salah dalam proses pembangunan.pembangunan yang seharusnyamenyebabkan perbaikan atau meningkatkan kualitas hidup ternyata justru sebaliknya.

B. Paradigma Baru
              Menurut Hendra Esmara dan Meiner (dalam mudjarat k, 2006) bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan syarat yang mutlak diperlukan  (necessary)  tetapi tidak mencukupi (sufficient) bagi pembanggunan. Pertumbuhan ekonomi hanya mencatat peningkatan produksi barang dan jasa secara nasional, sedang pembangunan berdimensi lebih luas dari sekedar pertumbuhan ekonomi.
                   Menurut Meier, pembangunan tidak lagi memuja GNP sebagai sasaran pembanunan, namun lebih memusatkan pada proses pembangunan itu sendiri. Pembangunan ekonomi tidak cukup dengan peningkatan pendapatan berkapita dalam jangka panjang saja, tetapi yang lebih penting lagi adalah jumlah penduduk miskin tidak mengalami peningkatan dan distribusi pendapatan tidak semakin timpang.
       Myrdal, Dudley dan Seers, menyatakan :
Pembangunan lebih banyak menekankan pada aspek sosial, yaitu pentingnya mengurangi kemiskinan, tingkat pengangguran dan ketidakmerataan distribusi pendapatan. Berdasarkan hal tersebut, maka pembangunan haruslah di tujukan pada perluasan kesmpatan kerja dan pemeratan distribusi pendapatan. Hal inilah yang mendorong muculnya konsep baru dalam memahami makna pembangunan.
Terdapat 5 (lima) strategi baru dalam pembangunan ekonomi, yaitu :
1.    Strategi pertumbuhan dengan distribusi
Strategi pertumbuhan dengan distribusi merupakan strategi pembangunan yang lahir dari kegagalan pembangunan yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi saja tanpa di ikuti dengan distribusi pendapatan. Perumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan berarti kalau distribusi pendapatan dalam masyarakat timpang, Dengan demikian strategi pertumbuhan dan distribusi merupakan strategi pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi juga memperhatikan distribusi pendapatan masyarakat. Tujuan dari strategi ini adalah mengurangi kesenjangan antara golonan kaya dan miskin supaya tidak semakin timpang.
Implementasi dari strategi pembangunan ini adalah berupa kebijakan antara lain :
a.       Menciptakan lapangan kerja
b.      Perhatian terhadap UMKM (Usaha Mikro kecil dan menengah)
c.       Investasi pada SDM (Sumber Daya Manusia)
d.      Perhatian terhadap rakyat miskin kebijakan pemerintah diarahkan pada kebijakan yang berorentasi pada masyarakat banyak,strategi ini dinamakan juga strategi pembangunan bersifat populis (populisme).
2.      Strategi kebutuhan pokok
strategi kebutuhan poko merupakan strategi pembangunan dengan berdasarkan pada pemenuhan kebutuhan poko masyarakat. Kebutuhan poko dapat didefinisikan sebagai kebutuhan yang meliputi pangan,papan, dan sandang, meliputi jasa umum perumahan, kesehatan, tranportasi, pendidikan.
3.      Strategi pembangunan mandiri
Strategi pembangunan mandiri lahir sebagai antitesis dependensia, yaitu strategi pembangunan yang berorentasi pada negara donatur sebagai pemasok modal melalui utang luar negri. Kondisi ini melahirkan tingkat ketergantungan yang sangat tinggi antara negara sedang berkembang dengan negara maju.
4.      Strategi pembangunan berkelanjutan
strategi pembangunan berkelanjutan (sustainable development)  lahir sekitar tahun 1970 seiring dengan merebaknya masalah lingkungan. Kesadaran masyarakat yang sangat tinggi akan pentingnya lingkungan hidup, mendorong beberapa negara untuk mengadakan pertemuan dan membahas tentang kerusakan lingkungan yang terjadi.
       Menurut Lester Brown (1981), konsep subtainable sendiri merujuk pada 4 nilai utama, yaitu :
a)      Tertinggalnya transisi energi.
b)      Memburuknya sistem biologis utama (perikanan laut padang rumput, huta, lahan pertania).
c)      Ancaman perubahan iklim yang sangan ekstrem (polusi,dampak rumah kaca,bencan banjir musim panas dan musim dingin yang sangat dingin).
d)       Kurangnya bahan makanan.
              Dengan demikian, strategi pembangunan berkelanjutan merupakan strategi pembangunan yang beroreintasi pada pentingnya menjaga lingkungan. Pembangunan tidak semata-mata mengejar nilai ekonomis, tetapi disisi lain juga memperhatikan ekologi maupun sosial di masa yang akan datang.
              Pada program Milennium Development Goals atau MDGs yang disepakati 189 Negara, termasuk Indonesia pada konfrensi tingkat tinggi milennium perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan september 2000 merumuskan 8 (delapan) target pembangunan yang harus dicapai pada tahun 2015.
       Kedelapan target pembangunan tersebut adalah :
1.      Penghapusan kemiskinan
2.      Pendidikan untuk semua
3.      Penyetaraan gender
4.      Perlawanan terhadap penyakit
5.      Penurunan angka kematian anak
6.      Peningkatan kesehatan ibu
7.      Perlindungan lingkungan hidup
8.      Kerjasam gelobal
       Program Millennium Development Goals atau MDGs merupakan salah satu program dunia tentang pentingnya pembangunan berkelanjutan.

5.      Strategi pembangunan berdimensi etnik
strategi pembangunan berdimensi etnik (ethnodevelopment) lahir dengan latar belakang konflik antara etnis. Konflik antara etnis tejadi pada negara yang memilih berbagai macam etnis, (multietnis) seperti ras, suku dan agama yang beragam (heterogen).
2.3 Cara mengukur keberhasilan pembangunan
              Pembangunan seperti yang sudah di tegaskan di atas, tidak dilihat dari sisi ekonomi saja tetapi juga dari sisi lainya.Oleh karena itu keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh faktor ekonomi dan non ekonomi.
              Dalam bukunya Mudrajad Kuncoro (Ekonomika Pembangunan,2006) Menetapkan ada 2 (dua) indikator utama dalam menentukan keberhasilan pembangunan di negara sedang berkembang, yaitu indikator ekonomi dan indikator sosial.
Indikator ekonomi meliputi :
1.    Laju pertumbuhan ekonomi
Laju pertumbuhan ekonomi merupakan idikator ekonomi yang paling utama dalam menilai keberhasilan pembangunan.
2.    Gross National Product (GNP) atau Pendapatan Nasional Perkapita
Perhitungan pendapatan nasional perkapita dapat diperoleh dengan cara menghitung pendapatan nasional atau GNP suatu negara dibagi dengan jumlah penduduk.perhitungan perkapita suatu masyarakat pada umumnya dilakukan tipa satu tahun sekali. Antara lain :
a.       Untuk mengetahui perkembangan suatu negara dari tahun ke tahun.
b.      Sebagai acuan dalam mengambil kebijakan di masa yang akan datang. Oleh karena itu perhitungan pendapatan perkapita masyarakat suatu negara adalah sangat perlu dan penting mengingat besar sekali manfaat yang diperoleh.disamping itu menganalisa ada tidaknya pembangunan ekonomi di suatu negara dapat dilihat secara sekilas dari data tersebut.
       Kelemahan Pengukuran Pendapatan Perkapita sebenarnya banyak sekali tolak ukur yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kesejahteran masyarakat suatu negara, tidak hanya dilihat dari faktor ekonomi saja tetapi juga meliputi faktor-faktor yang lain, seperti faktor sosial, politik, dan kebudayaan. Oleh karena itu,  sejahtera secara materi belum tentu sejahtera secara lahiriah dan sebaliknya, sejahtera secara alamiah belum tentu sejahtera secara materi.
3.    Gross Domestic Product (GDP) per kapita dengan Purcashing Power Party.
Kelemahan yang melekat pada sistem perhitungan  PDB selama ini adalah  ketidak mampuanya mengakomodasikan idikator-idikator  non-ekonomi (termasuk lingkungan) sebagai detirminal penting bagi tingkat kesejahteraan. Ketingka angka PDB nominal tidak bisa berbicara mengenai tingkat kesejahteraan rill, maka UNDP (united Nations Development Programme).
 






BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1    Kesimpulan
              Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upya bagai mana agar tujuan tersebut dapat dicapai.
              Strategi  pembangunan adalah suatu tindakan pemilihan atas faktor-faktor yang dijadikan faktor utama (penentu) pada jalanya proses pertumbuhan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pembangunan antara lain :
v  Kependudukan dan sosial budaya.
v  Wilayah dan lingkungan.
v  Sumber daya alam serta persebarannya.
v  Kualitas suber daya manusia terhadap penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
v  Manajemen nasional.
v  Kemungkinan pengembangan
                   Pada dasarnya, strategi pembangunan selalu berubah mengikuti perkembangan zaman. Adapun era pembangunan dapat dibagi menjadi dua, yaitu era pembangunan pada paradigma tradisional dan era pembangunan pada paradigma baru.


3.2 Saran
       Melihat begitu pentingnya strategi dalam pembangunan, maka hendaknya pemerintah lebih jeli memilih strategi mana yang cocok diterapkan di negara kita. Sebab, jika strategi yang diterapkan itu salah maka bukan kemiskinan yang dapat turun. Akan tetapi kemiskinan itu bisa malah semakin naik. Dan yang terpenting lagi, apapu bentuk strategi yang diterapkan hendaknya tidak sampai merusak ekosistem alam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar